ZTE Blade S6, pada awal kemunculannya santer
diberitakan akan mampu memupus harapan smartphone Xiaomi Mi 4i.
Perusahaan berniat menjadikan smartphone besutannya itu sebagai pembunuh
Xiaomi Mi 4i.
Akankah harapan itu terwujud? Serta seperti apakah sebenarnya
keunggulan yang dibawa Blade S6, sehingga dia layak disebut sebagai
Xiaomi Mi 4i Killer? Simak ulasan berikut ini.
Desain
Ketika menggenggam ZTE Blade S6, tidak dapat dipungkiri kesan nyaman
memang terasa. Smartphone ini dirancang dengan sisi melengkung hingga ke
sudut pinggir perangkat. Kaca layarnya yang halus membuat smartphone
ini semakin nyaman disentuh.
Sekilas dilihat memang gawai ini sedikit mirip dengan iPhone 6.
Sayangnya material bodinya terbuat dari plastik. Hal itu mungkin yang
membuat ZTE S6 agak sedikit terlihat kurang premium.
Perangkat ini juga menganut konsep unibodi, artinya tidak mudah melepas pasang penutup belakang dan baterai yang dipergunakan.
Beralih pada tombol, terdapat tombol fisik disisi kanan perangkat,
untuk keperluan membesar kecilkan volume. Disisi yang sama pula ada
power button untuk menghidupkan perangkat.
Di bagian bawah perangkat ada tiga tombol yang terdiri recent app,
home dan back. Dua diantaranya akan aktif jika handphone dihidupkan,
sementara tombol home yang berada tengah, berbentuk bulat dan akan
menyala jika ada notifikasi.
Uniknya, pengguna dapat menukar fungsi tombol back dan recent app,
sehingga sewaktu-waktu jika diinginkan, Anda dapat menempatkan fungsi
back dan recent app di kanan dan kiri secara bergantian.
Pengalaman Penggunaan
Dengan layar 5 inci yang dilengkapi dengan resolusi HD (720 x 1280),
besaran resolusi tersebut memang masih kalah dibandingkan dengan Mi 4i
yang menggunakan layar Full HD (1.080 x 1.920). Kerapatan layar atau ppi
keduanya pun berbanding cukup jauh yakni 294 vs 441 ppi.
Meski demikian jika dipandang layarnya tetap mampu menghasilkan warna
yang baik dan nyaman dilihat. Ditambah lagi dengan responsivitas
layarnya, membuat handpone ini nyaman digunakan.
Sistem operasi yang digunakan adalah Android 5.1 Lollipop, yang dibalut dengan tampilan user interface bernama MiFavor 3.0.
Ketika menggunakanya, tampilan user interface tersebut masih sangat
kental dengan desain Android Lollipop. Walhasil hal itu yang menjadi
pembeda antara ZTE blade S6 dan Mi 4i, yang meski menggunakan OS yang
sama namun user interfacenya telah dikustomisasi sehingga rasa Android
Lollipopnya bawaan Google sangat sedikit.
Pengalaman Multimedia
Menggunakan ZTE Blade S6 untuk berbagai keperluan multimedia seperti
mendengar musik, menonton video hingga bermain, rasanya cukup asik.
Menonton video berkualitas HD cukup mampu ditampilkan dengan baik, suara
yang dikeluarkannya juga cukup keras sehingga menambah kenyamanan saat
menonton.
Ketika bermain game, tampilan grafis yang dihasilkannya pun tergolong
cukup baik. Saat melakukan tes dengan bermain game Dark Meadow, yang
memiliki muatan grafis tinggi, smartphone ini mampu menampilkan detil
gambar yang baik. Serta tidak ada lag saat memainkanya.
Kamera
Pada sektor ini, smartphone ZTE Blade S6 cukup dapat diandalkan. ZTE
Blade S6 menggunakan sensor IMX 214 dengan resolusi tinggi 13 MP, yang
tersusun dari lensa 5 elemen aspherical, dan memiliki teknologi Blue
Glass Infrared agar mampu menghasilkan foto yang terang dan tajam meski
dalam kondisi pencahayaan minim.
Hasilnya kamera mampu menjepret gambar dengan kualitas yang cukup baik, terutama dalam kondisi siang hari atau diluar ruangan.
Sementara dibagian depan, lensa yang digunakan 5 MP, tanpa disertai
dengan fitur wide angle. Karenanya agak sulit memang mendapatkan foto
selfie dengan cakupan yang luas. Tetapi hasil fotonya tetapi baik.
Begitu juga saat ketika merekam video, reproduksi warna yang
dihasilkan tergolong cukup baik, terlebih lagi dalam keadaan pencahayaan
yang cukup seperti disiang hari atau ditempat yang banyak lampu.
Fitur-Fitur Unik
Fitur-fitur unik yang disematkan oleh vendor pada produk ini juga
tidak kalah menarik untuk disinggung. Terdapat dua fitur utama yakni
gerakan dan isyarat.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda-beda namun dapat dilakukan
dengan cara yang hampir mirip, misalnya, pada fitur isyarat pengguna
dapat mendiamkan telefon atau alarm yang berbunyi hanya dengan menutup
layarnya saja dengan tangan atau cover.
Sementara pada modus gerakan, salah satu fungsi yang dapat
dimanfaatkan adalah panggilan otomatis. Saat hendak menelefon, pengguna
hanya tinggal mencari nomor kontak yang dimaksud tanpa perlu menekan
tombol call lagi, tinggal dekatkan saja telefon ke telinga, panggilan
akan langsung dibuat.
Kesimpulan
Dengan sejumlah fitur yang ada pada smartphone ini, perangkatnya
cukup layak diandalkan menemani kebutuhan harian. Dengan banderol harga
sekira Rp2,9 jutaan mungkin dapat menjadi preferensi bagi Anda dalam
mencari smartphone mid-level dengan spesifikasi yang cukup baik.
Terlebih smartphone ini telah mendukung jaringan 4G LTE.
Kelebihan
Nyaman digenggam dan ringan
layar responsif dan terang
kamera mumpuni
4G LTE
Kelemahahan
OS 32 bit
Bodi berbahan plastik





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !