Teknologi perangkat pintar BlackBerry digunakan oleh sebuah rumah
sakit untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Teknologi tersebut
digunakan untuk mengintensifkan komunikasi antara pasien, dokter, dan
suster.
“Rumah sakit sangat lambat dalam mengadopsi teknologi baru. Ini
terutama di sisi komunikasi antara dokter, suster, dan pasien,” ucap
Executive Vice President and Chief Administrative Officer, Richard Tam
dalam keterengan persnya.
Tam juga mengatakan, BlackBerry berusaha memberdayakan para penyedia
kesehatan untuk melakukan pekerjaannya dengan cara yang paling efisien.
“Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membuat sistem yang
pandai yang dapat bekerja dengan perangkat apapun,” ucap Tam.
Dr. Aviv Gladman, Chief Medical Information Officer, di rumah sakit
Mackenzie mengaku, Rumah sakit tempatnya bekerja menggunakan perangkat
BlackBerry10 termasuk BlackBerry Passport, Classic, dan Z10dan juga
perangkat BYOD (Bring Your Own Device / Perangkat yang dibawa sendiri
oleh karyawan) yang didukung oleh perangkat lunak enterprise mobility
management seperti BES12 dan juga platform BlackBerry IOT terbaru.
Mackenzie melakukan transformasi di salah satu sisi unit perawatan
pasien yang dimilikinya menjadi sebuah Innovation Unit (Unit Inovasi)
dimana mereka menanamkan teknologi Internet of Healthcare Things (IoHT)
di beberapa peralatan rumah sakit seperti tempat tidur, badge karyawan,
dan tempat-tempat untuk cuci tangan.
Rumah sakit Mackenzie berpatner dengan BlackBerry, Cisco, dan
ThoughtWire untuk menyalurkan data dari IoHT dan memberikan notifikasi
ke perangkat BlackBerry yang dibawa oleh para pekerja di klinik di unit
tersebut.
Dalam fase kedua, Mackenzie memperkenalkan notifikasi dan pesan untuk klinik yang pandai dan aman.
Dengan menggunakan informasi yang kontekstual, seperti lokasi, tugas,
dan tanggung jawab untuk menghasilkan persyaratan untuk proses
komunikasi, Mackenzie berharap dapat membuat komunikasi lebih cepat dan
cermat untuk memberdayakan para dokter dan suster dengan informasi yang
lebih baik, agar dapat merawat pasien dengan optimal.





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !