Konferensi tahunan bernama The Black Hat Security
menawarkan kesempatan bagi para hacker untuk mengumpulkan dan
membagikan pengalaman mengenai seri smartphone yang menurut mereka
paling rentan disusupi. Dari situ, terungkap bahwa ternyata kerangka
sidik jari Android berpotensi rentan terhadap segudang peretasan.
Sebagaimana dilaporkan Phone Arena, Kamis (6/8/2015), salah satu
sistem Android yang paling rentan ialah pembayaran mobile Android yang
menggunakan autentifikasi sidik jari. Berbanding terbalik dengan fitur
keamanan sisdik jari pada Apple, yakni Apple's Touch ID, yang dinilai
lebih aman.
Pemindai sidik jari belakangan sudah digunakan untuk autentifikasi
pembayaran, gagasan bahwa hacker bisa masuk ke sistem tersebut tentunya
sangat menakutkan. Selain itu, peneliti asal China, Tao Wei dan Zhang
Yulong, bahkan menyebut jika serangan jarah jauh pada sensor sidik jari
di smartphone Android dapat digunakan para hacker untuk memata-matai dan
digunakan mencuri data sidik jari yang sebenarnya.
Berbeda dengan Android, Apple’s Touch ID justru dikatakan lebih aman
karena tidak membocorkan informasi penting sidik jari tanpa kunci
kripto. Jadi dalam hal ini hacker tidak akan mendapat akses ke Touch ID,
rincian penting pengguna tetap terkunci seperti yang seharusnya.
Meski begitu, pengguna Android tak perlu khawatir berlebihan mengenai
hal itu karena pihak Original Equipment Manufacturer (OEM) telah
menyadarinya.
OEM menyadari cacat ini dan sebagian besar segera diperbaiki melalui
update perbaikan tanpa terlalu banyak gembar-gembor. Jadi jika pengguna
tetap up-to-date, makan akan terhindar dari serangan hacker.





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !