Serangan malware yang lebih canggih menarget firmware dalam komputer Apple. Dengan demikian, malware yang rentan menyerang komputer Apple ialah malware yang sulit terdeteksi oleh sistem keamanan.
Dilansir Pcworld, Selasa (4/8/2015), konferensi Black Hat mengungkap bahwa malware memiliki
kemampuan tidak terdeteksi apabila komputer tidak terhubung ke
jaringan. Riset terbaru menunjukkan adanya kelemahan dalam software level rendah yang berjalan di setiap komputer.
Peneliti sistem keamanan komputer Xeno Kovah dan Corey Kallenberg
dari LegbaCore dan Trammell Hudson dari Two Sigma Investments
menunjukkan awal tahun ini terkait sistem keamanan pada Apple Mac.
Komputer Apple ini dapat terinfeksi dengan malware dengan percobaan menghubungkan device berbahaya menggunakan kabel Thunderbolt.
Thunderbolt merupakan perangkat transfer data berkecepatan tinggi.
Serangan menggunakan metode ini dinamakan dengan Thunderstrike.
Xeno dan Corey mengungkap Thunderstrike 2, trik baru yang melibatkan beberapa kerentanan dalam firmware yang dipakai Apple. Dengan kerentanan tersebut, Apple kabarnya telah menciptakan sebuah patch pada Juni.
Meskipun patch telah dibuat, namun Hudson menuliskan dalam blog-nya bahwa beberapa kerentanan masih muncul. Malware yang berada pada firmware tidak akan dapat dimodifikasi atau ditulis ulang.
Alhasil, malware tersebut akan berbahaya karena produk keamanan tidak memeriksa integritas firmware. Pengguna juga tidak mengetahui apabila malware tersebut sudah menginfeksi komputer.





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !