Dalam dunia media sosial, reputasi seorang pengguna adalah hal yang
sangat krusial untuk membuat akun jejaring sosialnya menjadi ladang
uang. Namun sayangnya reputasi ini dapat dimanipulasi dengan membelinya
dari para hacker.
Reputasi di media sosial bisa berbentuk Like di Facebook atau follower pada jejarsos seperti Instagram, Twitter, dan Tumblr. Juga seperti 'cendol' di Kaskus dan view di YouTube. Reputasi ini sangat mempengaruhi akun seseorang untuk seberapa besar ia bisa lebih banyak mengambil keuntungan dari jejaring sosialnya.
Setelah like Facebook dan follower pada Twitter sudah banyak diperjualbelikan, kini para hacker mulai membuat like palsu untuk sebuah postingan Instagram. Like palsu ini dijual oleh para hacker di beberapa forum hacker dalam jumlah 1.000 like di tiap pembelian. Demikian keterangan seperti dikutip Reuters, Minggu (18/8/2013) dua tahun lalu.
Menurut salah seorang pakar telematikan dari divisi keamanan EMC Corp, para hacker menjual tiap 1.000 follower Instagram seharga USD15, sedangkan untuk 1.000 Like di Instagram dihargai dua kali lipatnya, yakni USD30. Para hacker ini tak hanya menjual jasa reputasi media sosial di situs forumunya, mereka juga menyediakan 1.000 nomor kartu kredit yang dihargai USD6. Ini mengungkapkan bahwa banyaknya like di media sosial berharga lima kali lebih besar dari data kartu kredit.
Dengan adanya kecurangan yang bisa dilakukan ini, Facebook dikatakan akan segera meningkatkan keamanan dari Instagram yang telah dibelinya seharga USD1 miliar pada tahun lalu. Instagram akan menggunkan sistem keamanan yang sama dengan yang telah dimiliki Facebook.
Seorang konsultan online marketing, Will Mitchel, mengatakan penipuan semacam ini sangatlah riskan jika digunakan untuk akun yang berorientasi bisnis. Will mengatakan, ini akan menyebabkan kurangnya kepercayaan dari para konsumen atau bahkan bisa menyebabkan kebangkrutan. Sedangkan yang diuntungkan hanyalah para hacker sang penjual jasa reputasi palsu. "Akun itu akan berakhir, dan keuntungan hanya akan didapat oleh para hacker,"katanya .
Reputasi di media sosial bisa berbentuk Like di Facebook atau follower pada jejarsos seperti Instagram, Twitter, dan Tumblr. Juga seperti 'cendol' di Kaskus dan view di YouTube. Reputasi ini sangat mempengaruhi akun seseorang untuk seberapa besar ia bisa lebih banyak mengambil keuntungan dari jejaring sosialnya.
Setelah like Facebook dan follower pada Twitter sudah banyak diperjualbelikan, kini para hacker mulai membuat like palsu untuk sebuah postingan Instagram. Like palsu ini dijual oleh para hacker di beberapa forum hacker dalam jumlah 1.000 like di tiap pembelian. Demikian keterangan seperti dikutip Reuters, Minggu (18/8/2013) dua tahun lalu.
Menurut salah seorang pakar telematikan dari divisi keamanan EMC Corp, para hacker menjual tiap 1.000 follower Instagram seharga USD15, sedangkan untuk 1.000 Like di Instagram dihargai dua kali lipatnya, yakni USD30. Para hacker ini tak hanya menjual jasa reputasi media sosial di situs forumunya, mereka juga menyediakan 1.000 nomor kartu kredit yang dihargai USD6. Ini mengungkapkan bahwa banyaknya like di media sosial berharga lima kali lebih besar dari data kartu kredit.
Dengan adanya kecurangan yang bisa dilakukan ini, Facebook dikatakan akan segera meningkatkan keamanan dari Instagram yang telah dibelinya seharga USD1 miliar pada tahun lalu. Instagram akan menggunkan sistem keamanan yang sama dengan yang telah dimiliki Facebook.
Seorang konsultan online marketing, Will Mitchel, mengatakan penipuan semacam ini sangatlah riskan jika digunakan untuk akun yang berorientasi bisnis. Will mengatakan, ini akan menyebabkan kurangnya kepercayaan dari para konsumen atau bahkan bisa menyebabkan kebangkrutan. Sedangkan yang diuntungkan hanyalah para hacker sang penjual jasa reputasi palsu. "Akun itu akan berakhir, dan keuntungan hanya akan didapat oleh para hacker,"katanya .





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !