Tak peduli seaman apapun sistem pada smartphone Anda, baterai smartphone ternyata dapat memata-matai pemiliknya dan mengirimkan informasi pribadi mereka.
Sebagaimana dilaporkan IT Pro Portal,
Selasa (4/8/2015), kerentanan dalam standar web HTML 5 membuat hacker
mampu mengidentifikasi dan melacak smartphone saat pengguna dalam
keadaan bergerak dan menggunakan internet.
The Independents menjelaskan, jika software pada HTML 5
dapat memberitahu website berapa banyak baterai di smartphone yang
tersisa. Biasanya smartphone akan menunjukkan notifikasi yang
mengingatkan pengguna untuk mengaktifkan mekanisme hemat daya, ternyata
informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi ponsel tanpa
sepengetahuan pengguna.
Lukasz Olejnik, Gunes Acar, Claude Castelluccia, dan Claudia Diaz,
penulis sebuah penelitian baru berjudul ‘The leaking battery: A privacy
analysis of the HTML5 Battery Status API,’ mengungkapkan bagaimana
baterai smartphone mampu memata-matai penggunanya.
"Dalam interval waktu yang singkat, Battery Status API dapat
digunakan untuk pelacakan dan mengidentifikasi pengguna mirip dengan
evercookies. Selain itu, informasi baterai dapat digunakan untuk
memberikan informasi saat pengguna memutuskan untuk membersihkan
evercookies-nya,” ujar mereka.
API yang didefinisikan dalam spesifikasi ini digunakan untuk
menentukan status baterai dari perangkat hosting. API sebelumnya diklaim
aman karena informasi yang dikumpulkan hanya memberi dampak minimal
pada privasi.





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !