Paten terbaru milik Samsung menunjukkan suatu perangkat genggam unik. Perangkat tersebut merupakan phablet atau ponsel berukuran jumbo, namun penggunanya bisa mengoperasikannya sebagai laptop.
Menurut rancangan paten dari tahun 2014 itu, laptop yang dimaksud memiliki satu docking khusus untuk meletakkan phablet Android. Namun laptop ini sebenarnya hanya berupa cangkang yang tidak dapat digunakan tanpa keberadaan phablet.
Sedangkan phablet yang dimaksud dirancang memiliki dua sistem operasi, yaitu Android dan Windows. Ketika phablet Android ini masuk ke dalam slot docking, maka sistem operasinya akan otomatis beralih ke Windows.
Phablet yang berada di slot docking pun bisa diubah
menjadi panel sentuh, mirip pada laptop konvensional. Kemungkinan
lainnya, mereka juga bisa merancangnya sebagai layar kedua yang
menjalankan sistem operasi Android secara bersamaan.
Sistem operasi yang dapat digunakan, menurut rancangan paten itu,
tidak terbatas pada kombinasi Android-Windows saja. Sebenarnya, Samsung
bisa saja menyematkan sistem operasi Tizen atau lainnya.
Seperti yg kami kutip dari Slashgear, Selasa
(26/5/2015), ide utama paten ini adalah menciptakan sebuah perangkat
genggam yang enak dipakai bekerja, namun tetap menunjang mobilitas
penggunanya.
Ide untuk menggarap perangkat seperti ini sebenarnya bukan hal baru
bagi Samsung. Raksasa elektronik Korea Selatan tersebut juga pernah
menggarap kombinasi tablet-laptop bernama ATIV Q. Pada perangkat genggam
yang dimaksud, mereka mengombinasikan sistem operasi Android 4.2 dan
Windows 8.
Ada juga vendor lain yang menggarap ide serupa, misalnya Asus yang
membuat Transformer Book Duet berisi sistem operasi Android 4.1 dan
Windows 8.1.
Sayangnya, perangkat bersistem operasi ganda tersebut kurang bergaung
di pasaran. Sempat beredar desas-desus bahwa Google, Microsoft atau
bahkan keduanya tidak setuju dan berusaha menghambat perkembangan
perangkat semacam itu.




0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !